Kenapa Semakin Rebahan Malah Makin Lemas? Ternyata Ini 4 Rahasia Atasi Lelah buat Si Sibuk!

rebahan di sofa

Setelah seminggu penuh bekerja, hari Sabtu hanya dihabiskan di atas kasur, tapi saat bangun sore harinya badan justru terasa seperti “dipukuli”, bukannya tenaga pulih 100 persen, yang ada malah kepala pening, mood berantakan, dan rasanya mau beranjak dari tempat tidur saja butuh perjuangan besar. Fenomena ini sering membuat kita bingung, sudah istirahat lama, tapi kok malah makin lemas?

Banyak dari kita memilih tidur atau rebahan seharian untuk memulihkan tenaga setelah bekerja. Namun, diam total ternyata bukan solusi utama saat raga merasa lemas. Bagi pekerja kantoran atau yang memiliki aktivitas padat, rasa lelah yang muncul biasanya bukan karena fisik bekerja terlalu keras secara mekanis, melainkan karena sirkulasi tubuh yang tersumbat akibat terlalu lama duduk diam di depan layar.

Semakin kita diam, aliran oksigen ke otak justru melambat. Ibarat air yang tenang terlalu lama di dalam pipa, lama-lama akan mengendap dan kotor. Begitu juga darah kita; dia butuh “pompa” agar oksigen segar sampai ke saraf-saraf penting. 

Inilah mengapa atasi lelah dengan olahraga jauh lebih efektif dibanding sekadar tidur seharian. Olahraga untuk menambah energi berfungsi seperti saklar yang menyalakan kembali sistem tubuh yang sempat “padam”. Kamu tidak butuh latihan berat, cukup gerak ringan untuk memicu energi tanpa bikin badan makin tepar.

1. Jalan Kaki untuk “Ngecharge” Otak

jalan kaki pagi
Ilustrasi jalan kaki santai/Freepik

Mari kita jujur, saat jam menunjukkan pukul dua atau tiga sore, fokus biasanya mulai kabur. Kita sering menyebutnya afternoon slump. Di momen ini, secangkir kopi ketiga pun kadang tidak lagi mempan. Kalau pikiran sudah mulai buntu dan mata sulit diajak kompromi, coba berdiri dan jalan kaki sepuluh menit saja. Kamu tidak perlu lari maraton atau pergi ke gym, cukup jalan santai keliling area rumah atau lorong kantor.

Gerakan kaki yang ritmis saat berjalan akan memicu jantung untuk memompa darah lebih stabil, mengirimkan oksigen segar langsung ke pusat kendali di otak. Kamu bakal kaget karena rasa kantuk yang tadinya menyiksa perlahan hilang dan digantikan dengan perasaan yang lebih “plong”. 

Berjalan kaki juga memberikan stimulus visual yang berbeda bagi mata yang lelah menatap radiasi layar. Ini adalah cara paling murah, cepat, dan instan untuk mengusir lelah di tengah hari yang padat tanpa harus berkeringat hebat.

Selain itu, jalan kaki di bawah sinar matahari pagi atau sore juga membantu tubuh memproduksi vitamin D dan mengatur ulang ritme sirkadian kamu. Artinya, energi kamu tidak hanya naik saat itu juga, tapi juga membantu kamu tidur lebih nyenyak di malam hari. Jadi, jika nanti kamu merasa “hang”, tinggalkan meja kerjamu sebentar dan ajak kakimu melangkah.

Baca Juga: Tren Olahraga di Tahun 2025

2. Peregangan Biar Badan Nggak Kaku

peregangan badan di pagi hari
Ilustrasi meregangkan badan/Freepik

Badan terasa pegal dan berat itu biasanya tanda otot kamu sudah terlalu lama tegang di satu posisi yang sama. Masalahnya, saat otot kaku, tubuh sebenarnya harus mengeluarkan energi ekstra hanya untuk menjaga kamu tetap tegak dan menahan rasa sakit tersebut. Inilah pencuri energi yang paling tidak kita sadari.

Untuk mengatasinya, kamu tidak perlu matras khusus. Coba putar bahu ke belakang, ayunkan tangan secara santai, atau putar leher secara perlahan sambil mengatur napas. Gerakan-gerakan peregangan ini akan melenturkan kembali serat otot dan membuka aliran darah yang sempat mampet. Ketika otot kembali rileks, beban kerja jantung akan berkurang, dan tenaga kamu pun bakal otomatis terisi lagi karena tubuh tidak lagi sibuk melawan rasa kaku.

Peregangan ini juga sangat membantu dalam memperbaiki postur tubuh. Pekerja yang sering membungkuk biasanya memiliki kapasitas paru-paru yang sedikit terhimpit. Dengan meregangkan dada dan menarik bahu ke belakang, kamu memberikan ruang lebih luas bagi paru-paru untuk menghirup oksigen. Oksigen yang lebih banyak berarti energi yang lebih melimpah. Jadi, jangan biarkan tubuhmu kaku seperti kayu; gerakkan sendi-sendimu secara berkala.

3. Latihan Beban Ringan untuk Memperbesar “Tangki Bensin” Tubuh 

angkat beban
Ilustrasi angkat beban/Freepik

Ide untuk mengangkat beban saat sedang capek mungkin terdengar gila bagi sebagian orang. Namun, secara sains, ini sangat masuk akal. Latihan beban ringan seperti squat tanpa alat, push-up di pinggir meja, atau mengangkat botol minum yang terisi penuh sebenarnya sedang membangun kapasitas energimu untuk jangka panjang. Secara biologis, otot yang terlatih dan aktif adalah tempat penyimpanan energi (mitokondria) yang jauh lebih efisien.

Bayangkan tubuhmu memiliki sebuah tangki bensin. Jika kamu jarang bergerak, tangki itu akan mengecil dan hanya bisa menampung sedikit bahan bakar. Akibatnya, kamu jadi cepat lelah meskipun baru melakukan aktivitas sedikit saja. Dengan rutin melakukan latihan kekuatan ringan, kamu sebenarnya sedang memperbesar tangki tersebut. Tubuh jadi punya cadangan tenaga yang lebih banyak dan tidak mudah ambruk saat jadwal kerja sedang sibuk-sibuknya.

Tidak perlu waktu lama, cukup lima sampai sepuluh menit di pagi hari. Keringat tipis yang dihasilkan dari latihan beban ringan akan memicu pelepasan hormon endorfin yang membuat kamu merasa lebih kuat dan percaya diri. Kamu akan menyadari bahwa tugas-tugas yang tadinya terasa berat perlahan jadi lebih mudah dikerjakan karena mesin dalam tubuhmu sudah jauh lebih bertenaga.

Baca Juga: Wajib Tahu! Tips Olahraga Saat Puasa agar Tidak Lemas

4. Latihan Yoga untuk Menenangkan PikiranYoga untuk Relaksasi dan Stres

yoga di pagi hari
Ilustrasi yoga/Freepik

Sering kali, rasa lemas yang kita alami bukan berasal dari otot yang capek, tapi dari pikiran yang berisik. Stres kerja, deadline yang menumpuk, hingga konflik di kantor adalah pencuri energi yang mengambil tenaga kita pelan-pelan tanpa permisi. Inilah yang membuat kita merasa lunglai padahal seharian hanya duduk di kursi empuk. Nah, yoga adalah jawaban paling tepat untuk membuang sampah-sampah emosional ini.

Melalui yoga, kamu diajak untuk mengatur napas dan menyelaraskannya dengan gerakan tubuh. Hal ini membantu menurunkan hormon kortisol (hormon stres) yang biasanya membuat kita merasa cemas dan lelah mental. Melakukan gerakan yoga yang sederhana selama lima belas menit sebelum tidur akan memperbaiki kualitas istirahatmu secara drastis. Kamu bisa mengikuti gerakannya dari YouTube atau sekadar melakukan pose child’s pose yang sangat menenangkan.

Tidur yang berkualitas adalah kunci paling utama supaya besok paginya kamu bangun dengan kondisi badan yang beneran segar dan siap tempur lagi. Yoga membantu tubuh masuk ke mode istirahat yang lebih dalam, sehingga proses perbaikan sel-sel tubuh berlangsung maksimal. Dengan pikiran yang tenang dan badan yang relaks, energi yang kamu miliki tidak akan terbuang sia-sia untuk rasa cemas yang tidak perlu.

Kesimpulan

Itu dia beberapa rahasia sederhana tentang bagaimana gerak bisa mengalahkan rasa lemas. Kalau nanti badan terasa lunglai dan keinginan untuk rebahan mulai muncul, ingatlah satu hal, jangan langsung menyerah dan rebahan. Cobalah untuk gerak sedikit saja, entah itu berjalan kaki atau sekadar meregangkan tangan. Lawan rasa malas di lima menit pertama, dan rasakan sendiri bagaimana energi kamu pelan-pelan balik lagi seperti baru saja diisi ulang.

Dunia kerja menuntut kita untuk selalu produktif, tapi kita tidak bisa memberikan yang terbaik jika mesin utama kita, yaitu tubuh tidak dirawat dengan baik. Ingat, raga yang aktif bukan sekadar soal penampilan, melainkan modal paling mahal buat kita tetap bisa produktif, tetap kreatif, dan yang terpenting, tetap waras di tengah kesibukan yang nggak ada habisnya.

Mulai besok, jadikan gerak sebagai kebutuhan, bukan beban. Semangat untuk terus bugar!