8 Kesalahan Diet Sehat yang Wajib Kamu Hindari

Kesalahan Diet Sehat

Siapa yang tidak ingin hidup lebih sehat dan memiliki tubuh ideal? Banyak orang mencoba berbagai cara untuk mencapainya, mulai dari mengubah pola makan hingga mengikuti tren diet terbaru. Sayangnya, tanpa strategi yang tepat, upaya diet sering gagal dan membuat frustasi. Seringkali, kegagalan itu terjadi karena melakukan kesalahan diet sehat yang tidak disadari.

Nah, demi memastikan usahamu tidak sia-sia, penting untuk mengenali kesalahan-kesalahan dalam diet. Artikel ini akan membantumu mengetahui kesalahan yang paling umum dilakukan, sehingga kamu bisa menghindarinya dan mencapai hasil yang lebih efektif.

Inilah 8 Kesalahan Diet Sehat

Banyak orang menjalani diet tanpa menyadari beberapa kebiasaan yang justru menghambat hasilnya. Berikut ini 8 kesalahan diet sehat yang paling umum dilakukan:

1. Mengikuti Diet yang Terlalu Ketat

Menjalani diet yang terlalu membatasi jenis makanan tertentu memang sangat sulit. Misalnya, jika kamu berjanji sama sekali tidak mengonsumsi makanan manis, biasanya keinginan untuk mencicipi justru semakin besar dan membuatmu cepat menyerah. 

Diet yang terlalu ketat jarang bisa dijalani dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting memiliki rencana makan yang seimbang dan realistis, supaya diet tetap seimbang dan bisa dijalani tanpa merasa terbebani. 

Jika ingin mengonsumsi camilan, sesuaikan dengan jumlah kalori harian. Berdasarkan rekomendasi American Heart Association, sedikit gula masih diperbolehkan, maksimal 24 gram per hari untuk wanita dan 36 gram per hari untuk pria.

2. Tidak Mencatat Asupan Makanan

Melacak apa yang kamu makan bisa sangat membantu jika ingin menurunkan berat badan atau mengontrol asupan garam. Dengan mencatat makanan yang dikonsumsi setiap hari, kamu bisa lebih sadar tentang apa saja yang masuk ke tubuh dan seberapa banyak porsinya.

Mencatat juga memberi gambaran keseluruhan pola makanmu setiap hari. Dari catatan itu, kamu bisa melihat apa yang berjalan baik dan bagian mana yang perlu diperbaiki. Misalnya, mungkin kamu menyadari sering makan terlalu banyak di malam hari karena terlalu lapar.

Salah satu cara mudah melakukannya adalah membuat catatan harian makanan. Kamu bisa memakai buku catatan biasa atau aplikasi seperti MyFitnessPal dan Food Tracker. Aplikasi ini juga membantu memantau target berat badan dan aktivitas fisik.

3. Tidak Mengurangi Ngemil

Masih banyak orang yang menganggap ngemil bukan termasuk makan. Akibatnya, ada yang hanya makan besar sedikit, bahkan cuma sekali sehari, tapi berat badan tak kunjung turun.

Coba pikir, apakah kamu masih sering ngemil? Kalau iya, kebiasaan itu bisa jadi penyebab berat badan sulit berkurang, terutama jika camilannya tinggi kalori, gula, dan lemak.

Daripada mengurangi porsi makan besar tapi tetap sering ngemil, lebih baik makan tiga kali sehari dengan porsi yang cukup dan hindari camilan. Pastikan sepiring nasi, lauk pauk, sayur, dan buah cukup seimbang, maka berat badan pun lebih mudah turun.

4. Salah Memilih Jenis Makanan

Kamu sudah mengurangi atau berhenti ngemil, tapi angka di timbangan tetap stagnan? Saatnya periksa lagi jenis makanan dan minuman yang kamu konsumsi sehari-hari. Apakah masih sering makan makanan tinggi kalori, gula, atau lemak?

Contohnya, makanan yang digoreng, bersantan, jeroan, daging berlemak, atau minuman seperti bubble tea bisa jadi penghambat penurunan berat badan. Makanan digoreng tidak dilarang sepenuhnya, tapi sebaiknya dibatasi, misalnya cukup dua kali seminggu. Minuman manis seperti teh, kopi, atau bubble tea boleh dinikmati, asalkan tanpa tambahan pemanis atau bahan berlemak.

Kalau ingin rasa manis, gunakan pemanis nol kalori, tapi jangan berlebihan. Untuk lauk, pilih yang ditumis, dibakar, dipanggang, atau dikukus. Jangan lupa memperbanyak minum air putih, karena lebih sehat dan bisa membantu proses menurunkan berat badan.

5. Tidak Sarapan Pagi

Banyak orang percaya mitos diet bahwa melewatkan sarapan bisa membantu menurunkan berat badan. Padahal, ini adalah salah satu kesalahan diet sehat yang wajib dihindari.

Melewatkan sarapan memang terlihat seperti cara mudah untuk mengurangi kalori, tetapi kenyataannya justru membuat kamu lebih mudah lapar di siang hari. Akibatnya, keinginan untuk ngemil atau makan lebih banyak saat makan siang meningkat, sehingga asupan kalori bisa melonjak.

Sarapan adalah salah satu bagian penting dari diet sehat. Makanan yang kaya protein dan serat bisa membantu menahan rasa lapar sampai makan siang. Orang yang terbiasa sarapan setiap pagi juga lebih mudah menjaga berat badan tetap ideal.

6. Mengabaikan Kalori dalam Minuman

Sering kali kita fokus mengatur makanan, tapi lupa kalau minuman kemasan juga bisa menambah kalori. Bahkan jus buah yang terlihat sehat pun kadang mengandung gula dan kalori yang cukup tinggi, sehingga asupan harian bisa bertambah tanpa disadari. Saat sedang diet, penting untuk memperhatikan hal ini supaya kalori yang masuk seimbang dengan kalori yang kamu bakar lewat aktivitas sehari-hari.

7. Terlalu Banyak Mengonsumsi Protein dan Lemak

Beberapa orang mencoba menurunkan berat badan dengan mengurangi karbohidrat dan menambah protein serta lemak secara berlebihan. Sayangnya, cara ini justru bisa membebani ginjal dan meningkatkan kadar kolesterol. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, risiko penyakit jantung hingga stroke pun bisa ikut meningkat.

Cara diet yang aman dan efektif adalah dengan defisit kalori, yaitu membakar lebih banyak kalori daripada yang masuk ke tubuh. Dengan begitu, berat badan bisa turun tanpa membahayakan kesehatan, sambil tetap menjaga asupan nutrisi tetap seimbang.

8. Tidak Berolahraga

Selain mengatur pola makan, olahraga juga punya peran penting dalam menurunkan berat badan, terutama untuk membakar lemak dan kalori. Sayangnya, banyak orang sering abai soal ini dan hanya fokus mengatur makanan saja. 

Diet tanpa olahraga memang bisa menurunkan berat badan, terutama di awal, tetapi hasilnya cenderung lebih lambat dan berisiko menyebabkan metabolisme menurun. Akibatnya, meskipun pola makan sudah dijaga, penurunan berat badan bisa berjalan lambat atau bahkan stagnan.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, disarankan berolahraga setidaknya tiga kali seminggu, dengan durasi setiap sesi sekitar 30-60 menit. Selama tiga bulan pertama, fokuslah pada olahraga kardio untuk membakar lemak, sesuai kemampuan dan kesukaan, misalnya lari, joging, bersepeda, berenang, atau menari.

Latihan angkat beban sebaiknya dimulai setelah memasuki bulan keempat diet. Tujuannya untuk menambah massa otot dan meningkatkan laju metabolisme, sehingga berat badan yang sempat stagnan bisa kembali turun.

Pentingnya Olahraga Saat Diet

Diet yang sehat tidak hanya soal mengatur makanan, tapi juga perlu didukung dengan olahraga. Berikut ini beberapa manfaat olahraga yang penting agar diet lebih efektif:

  • Bakar Kalori: Olahraga membantu membakar lebih banyak kalori dibanding aktivitas sehari-hari.
  • Menjaga Massa Otot: Latihan rutin menjaga otot tetap kuat dan metabolisme tetap berjalan optimal.
  • Meningkatkan Energi: Olahraga melepaskan endorfin, sehingga membuat mood dan energi lebih baik.
  • Mengurangi Stres: Berolahraga menurunkan stres dan mengurangi keinginan makan karena emosi.

Yuk, Hindari Kesalahan Diet Sehat Mulai Sekarang!

Mengenali dan menghindari kesalahan diet sehat adalah kunci agar upaya menurunkan berat badan dan hidup lebih sehat tidak sia-sia. Dengan memperhatikan pola makan yang tepat dan menghindari kesalahan yang sering tak disadari, hasil diet akan lebih efektif. 

Selain itu, olahraga sangat penting untuk mendukung diet dan menjaga kebugaran tubuh. Untungnya, dengan produk dari Bodimax, kamu bisa berolahraga di rumah dengan mudah, sehingga diet tetap optimal dan tubuh tetap bugar tanpa repot.