Sibuk Kerja Setiap Hari? Ini 7 Kebiasaan Olahraga yang Realistis untuk Pekerja dengan Rutinitas Padat

Meregangkan badan

Banyak pekerja punya niat membangun kebiasaan olahraga demi hidup yang lebih sehat. Tapi niat ini sering kalah oleh realita. Bangun pagi sudah dikejar waktu, pulang kerja energi hampir habis, dan tubuh terasa lelah. Akhirnya olahraga selalu jadi rencana yang ditunda. Besok, minggu depan, atau saat lebih senggang. Masalahnya, waktu senggang itu jarang benar-benar datang.

Padahal, kebiasaan olahraga tidak harus dimulai dari jadwal latihan panjang atau target berat. Untuk pekerja, pendekatan yang paling realistis justru membangun rutinitas olahraga harian yang sederhana, fleksibel, dan bisa dijalani di tengah kesibukan. Tidak harus langsung sempurna, tapi konsisten dan bertahap. Lalu, bagaimana cara membangun rutinitas olahraga yang masuk akal untuk pekerja dengan jadwal padat? Ini caranya.

1. Memulai Hari dengan Gerak Ringan sebelum Bekerja

Meregangkan badan
 Ilustrasi peregangan ringan setelah bangun tidur/Freepik

Kebiasaan olahraga pertama yang bisa dibangun adalah gerak ringan di pagi hari, bahkan sebelum mandi. Ini bisa dilakukan denagn melakukan peregangan leher, bahu, punggung, dan kaki selama lima sampai sepuluh menit.

Rutinitas olahraga harian seperti ini membantu tubuh bangun secara bertahap. Kalau kamu pengguna smartwatch, kamu akan melihat perbedaan denyut jantung dan tingkat kesiapan tubuh. Bagi pekerja, kebiasaan kecil ini sering lebih konsisten daripada niat olahraga besar yang jarang dilakukan.

2. Jalan Kaki sebagai Bagian dari Rutinitas Kerja

berjalan kaki ke kantor
Ilustrasi berjalan kaki ke kantor/Freepik

Jalan kaki sering dianggap bukan olahraga. Padahal, bagi pekerja, ini justru bentuk kebiasaan olahraga yang paling realistis. Misalnya, berjalan dari tempat tinggal ke halte atau stasun terdekat, yang mana masih bisa dijangkau dalam jarak 500-700 meter, jalan dari parkiran ke kantor, naik tangga satu lantai, atau berjalan lima menit setelah makan siang adalah bentuk rutinitas olahraga harian yang efektif. 

Jika hal ini dilakukan secara konsisten, kamu lama-lama akan merasa lebih segar dan fokus setelah menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari ritme kerja.

Baca Juga: Rahasia Konsisten Olahraga di Rumah Meski Jadwal Padat

3. Peregangan di Tengah Jam Kerja

 peregangan di tengah aktivitas
Ilustrasi peregangan di tengah aktivitas/Freepik

Tubuh tidak dirancang untuk duduk diam selama berjam-jam. Sayangnya, itu yang sering dialami pekerja. Maka dari itu, kebiasaan olahraga berikutnya adalah peregangan singkat setiap satu sampai dua jam kerja, seperti bangkit dari kursi, putar bahu, regangkan punggung, atau berdiri sambil menarik napas dalam.
Rutinitas olahraga harian ini membantu mencegah nyeri leher, bahu, dan punggung bawah. Jika kamu memakai alat kesehatan olahraga yang memantau stres atau heart rate variability, peregangan ini sering memberi efek menenangkan.

4. Latihan Gerak Dasar Sepulang Kerja

peregangan di tengah aktivitas
Ilustrasi peregangandi tengah aktivitas/Freepik

Membangun kebiasaan olahraga kecil sebelum benar-benar beristirahat bisa membuat perbedaan besar. Contohnya latihan gerak dasar seperti squat ringan, lunges sederhana, atau gerakan duduk berdiri dari kursi.

Lakukan lima sampai sepuluh menit saja. Tidak perlu sampai berkeringat karena rutinitas olahraga harian ini membantu tubuh melepas ketegangan setelah seharian duduk. Bagi pekerja pemula, latihan ini bisa dipantau dengan alat kesehatan olahraga untuk memastikan denyut jantung tetap di zona aman.

5. Mengubah Aktivitas Rumah Menjadi Kebiasaan Olahraga

kegiatan rumah tangga
Ilustrasi kegiatan rumah tangga/Freepik

Banyak pekerja berpikir tidak punya waktu olahraga, padahal tetap melakukan banyak aktivitas fisik di rumah. Menyapu, mengepel, mencuci kendaraan, atau merapikan rumah sebenarnya termasuk aktivitas fisik. Bedanya ada pada kesadaran gerak dan postur tubuh.

Jika dilakukan dengan teratur dan posisi tubuh yang benar, aktivitas ini bisa menjadi bagian dari rutinitas olahraga harian tanpa terasa seperti olahraga.

6. Naik Turun Tangga dengan Ritme Santai

Naik turun tangga
Ilustrasi naik turun tangga di rumah/Freepik

Jika rumahmu memiliki tangga atau lingkungan terdekatmu memiliki tangga, cobalah untuk naik turun tangga secara perlahan. Kegiatan ini dilakukan karena bisa menjadi aktivitas fisik harian yang efektif untuk melatih kaki dan jantung, dengan catatan dilakukan dengan ritme santai dan kontrol gerakan.

Untuk pekerja, kamu cukup naik satu lantai, turun kembali, dan istirahat. Jangan lupa untuk menggunakan sepatu yang nyaman dan pastikan area aman. Jika kamu memakai alat kesehatan olahraga seperti fitness tracker, perhatikan denyut jantung agar tetap di zona aman. Berhenti saat heart rate mulai tinggi ya!

Baca Juga: Playlist Music Favorit untuk Olahraga di Rumah

7. Pendinginan Malam untuk Menutup Hari

peregangan badan setelah bekerja
Ilustrasi peregangan setelah bekerja/Freepik
Kebiasaan olahraga tidak selalu identik dengan gerakan aktif. Pendinginan ringan sebelum tidur juga bagian penting dari rutinitas olahraga harian. Kamu bisa melakukan peregangan kaki, punggung, dan pernapasan untuk membantu tubuh turun dari mode kerja ke mode istirahat. 

Banyak pekerja merasakan kualitas tidur yang lebih baik setelah membangun kebiasaan ini. Pendinginan ini sering terlihat berdampak pada durasi tidur nyenyak.
Itu dia beberapa kebiasaan olahraga yang bisa dilakukan oleh pekerja. Pada dasarnya, membangun kebiasaan olahraga bukan soal ambisi besar atau jadwal yang langsung ketat, tapi menyisipkan gerak di sela kehidupan yang sudah padat.

Rutinitas olahraga harian yang sederhana, realistis, dan disesuaikan dengan kondisi tubuh jauh lebih berharga daripada program olahraga sempurna yang jarang dilakukan. Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain atau menunggu waktu ideal. Mulailah dari yang kecil, dari yang bisa dilakukan hari ini. Semangat ya!