Melatih Otot Bahu Dapat Dilakukan dengan Gerakan Ini

melatih otot bahu

Punya keinginan membentuk bahu yang lebih kuat dan terlihat proporsional? Latihan bahu bisa menjadi salah satu bagian penting dalam program fitness. Menariknya, ada berbagai gerakan yang dapat dilakukan untuk melatih otot bahu, baik menggunakan dumbbell, barbell, maupun alat gym.

Melatih otot bahu dapat dilakukan dengan gerakan yang menargetkan bagian bahu dari berbagai arah. Dengan begitu, latihan tidak hanya berfokus pada satu bagian otot.

Lantas, apa saja gerakan yang bisa dilakukan untuk melatih otot bahu? Yuk, simak beberapa pilihannya berikut ini.

Melatih Otot Bahu Dapat Dilakukan dengan Gerakan Apa?

Otot bahu atau deltoid terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi berbeda. Karena itu, variasi gerakan diperlukan agar latihan dapat menargetkan bahu secara lebih menyeluruh.

Berikut beberapa gerakan yang bisa kamu masukkan ke dalam program latihan.

1. Shoulder Press

Shoulder press menjadi salah satu gerakan yang cukup populer untuk melatih otot bahu. Gerakan ini bisa dilakukan menggunakan dumbbell atau barbell.

Caranya, dorong beban dari posisi sekitar bahu ke arah atas hingga lengan hampir lurus. Kemudian, turunkan kembali secara perlahan ke posisi awal.

Shoulder press terutama melibatkan bagian depan dan samping deltoid. Selain itu, otot trisep juga ikut bekerja selama gerakan.

Namun, pastikan beban yang digunakan sesuai dengan kemampuan. Jangan memaksakan beban berat jika teknik belum stabil.

2. Lateral Raise

Berikutnya ada lateral raise. Gerakan ini dilakukan dengan mengangkat dumbbell ke arah samping hingga posisi lengan mendekati sejajar dengan bahu.

Lateral raise banyak digunakan untuk melatih bagian samping deltoid. Karena itu, gerakan ini sering dimasukkan dalam program latihan ketika seseorang ingin membangun tampilan bahu yang lebih lebar.

Akan tetapi, kamu tidak perlu menggunakan dumbbell yang terlalu berat. Justru, kontrol gerakan menjadi hal yang lebih penting.

3. Front Raise

Selain lateral raise, ada pula front raise. Sesuai namanya, gerakan ini dilakukan dengan mengangkat beban ke arah depan tubuh.

Gerakan tersebut dapat melibatkan bagian depan deltoid. Kamu bisa menggunakan dumbbell dan mengangkatnya secara bergantian maupun bersamaan.

Selama melakukan front raise, usahakan tubuh tetap tegak. Hindari mengayunkan badan untuk membantu mengangkat beban.

4. Rear Delt Fly

Jika ingin melatih bagian belakang bahu, rear delt fly bisa menjadi pilihan. Gerakan ini menargetkan rear deltoid atau bagian belakang otot bahu.

Rear delt fly dapat dilakukan menggunakan dumbbell. Posisi tubuh biasanya sedikit membungkuk, kemudian kedua tangan dibuka ke arah samping secara terkontrol.

Selain membantu melatih bahu bagian belakang, gerakan ini juga melibatkan sejumlah otot di bagian punggung atas.

Karena itu, pastikan gerakan dilakukan secara perlahan agar otot yang ditargetkan tetap bekerja dengan baik.

5. Face Pull

Face pull merupakan gerakan yang umumnya dilakukan menggunakan cable machine. Gerakannya berupa menarik tali ke arah wajah dengan posisi siku terbuka.

Latihan ini melibatkan otot bahu bagian belakang dan sejumlah otot di sekitar punggung atas. Selain itu, face pull dapat menjadi variasi latihan untuk menyeimbangkan gerakan bahu.

Gunakan beban yang memungkinkan kamu mempertahankan kontrol. Jangan menarik kabel dengan gerakan yang terlalu cepat.

6. Arnold Press

Arnold press merupakan variasi shoulder press yang melibatkan gerakan rotasi. Gerakan dimulai dengan dumbbell di depan bahu, kemudian beban didorong ke atas sambil memutar posisi telapak tangan.

Karena memiliki pola gerakan yang lebih kompleks, Arnold press sebaiknya dilakukan setelah kamu memahami teknik dasar shoulder press.

Selain itu, gunakan beban yang ringan terlebih dahulu. Setelah gerakan terasa nyaman dan stabil, intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap.

Kenapa Latihan Bahu Perlu Menggunakan Beberapa Gerakan?

Bahu bukan hanya terdiri dari satu bagian otot. Deltoid memiliki bagian depan, samping, dan belakang. Oleh sebab itu, menggunakan beberapa variasi gerakan dapat membantu memberikan stimulus pada bagian yang berbeda.

Sebagai contoh, shoulder press dapat digunakan sebagai gerakan utama. Kemudian, lateral raise dapat ditambahkan untuk menargetkan deltoid bagian samping.

Sementara itu, rear delt fly dan face pull dapat melengkapi latihan untuk bagian belakang bahu.

Dengan demikian, latihan menjadi lebih seimbang dan tidak hanya berfokus pada satu pola gerakan.

Bagaimana Melatih Otot Bahu untuk Pemula?

Bagi pemula, kamu tidak perlu langsung melakukan banyak gerakan dalam satu sesi. Sebaliknya, mulailah dengan beberapa gerakan dasar yang mudah dipelajari.

Misalnya, kamu bisa mengombinasikan shoulder press dengan lateral raise. Setelah teknik sudah lebih dikuasai, variasi seperti rear delt fly atau face pull dapat ditambahkan.

Selain itu, pilih beban yang masih memungkinkan kamu melakukan gerakan dengan teknik yang baik. Jangan menjadikan beban berat sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan latihan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Latihan Bahu

Meskipun terlihat sederhana, beberapa gerakan bahu tetap membutuhkan teknik yang tepat. Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Menggunakan Beban Terlalu Berat

Beban yang terlalu berat dapat membuat tubuh menggunakan momentum. Akibatnya, gerakan menjadi kurang terkontrol.

Mengayunkan Tubuh

Saat melakukan lateral raise atau front raise, sebagian orang mengayunkan tubuh agar beban bisa terangkat. Padahal, cara tersebut dapat mengurangi kontrol terhadap gerakan.

Mengabaikan Bahu Bagian Belakang

Latihan bahu tidak sebaiknya hanya berfokus pada shoulder press. Bagian belakang deltoid juga perlu mendapatkan perhatian.

Terlalu Cepat Melakukan Repetisi

Gerakan yang terlalu cepat dapat membuat kamu kehilangan kontrol. Karena itu, lakukan setiap repetisi dengan tempo yang nyaman dan terkontrol.

Berapa Kali Sebaiknya Melatih Otot Bahu?

Frekuensi latihan bahu dapat disesuaikan dengan program fitness secara keseluruhan. Bagi banyak orang, melatih bahu satu hingga dua kali dalam seminggu dapat menjadi bagian dari program latihan.

Namun, frekuensi bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Volume latihan, intensitas, pengalaman, dan waktu pemulihan juga penting.

Selain itu, perhatikan latihan lain yang melibatkan bahu. Gerakan seperti bench press dan beberapa latihan dada juga membuat otot bahu ikut bekerja.

Karena itu, berikan waktu istirahat yang cukup sebelum kembali melatih bahu dengan intensitas tinggi.

Jadi, Melatih Otot Bahu Dapat Dilakukan dengan Gerakan Apa?

Melatih otot bahu dapat dilakukan dengan gerakan, seperti shoulder press, lateral raise, front raise, rear delt fly, face pull, dan Arnold press.

Setiap gerakan memiliki karakteristik dan target otot yang berbeda. Oleh karena itu, kombinasi beberapa gerakan dapat membantu membuat latihan bahu lebih bervariasi.

Namun, jangan lupa bahwa teknik tetap menjadi prioritas. Gunakan beban yang sesuai kemampuan dan tingkatkan intensitas secara bertahap.

Pada akhirnya, latihan yang konsisten dengan teknik yang baik lebih penting daripada sekadar mengejar beban berat. Jadi, sudah siap memasukkan latihan bahu ke dalam rutinitas fitness kamu?