Apa Itu Craving? Kenali Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasinya 

Pernahkah kamu secara tiba-tiba ingin sekali mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu? Jika pernah, kamu tidak sendirian. Hal tersebut adalah hal yang normal dan dialami oleh hampir semua orang lho.

Keinginan kuat untuk mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu disebut dengan istilah “Craving”. Nah, untuk lebih lengkapnya mengenai craving, yuk simak artikel berikut!

Apa itu Craving?

Umumnya craving didefinisikan sebagai keinginan kuat untuk mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu dan biasanya sulit untuk menahan keinginan tersebut.

Craving berbeda dengan rasa lapar biasa. Ketika lapar, seseorang biasanya akan mengonsumsi berbagai makanan untuk membuat perutnya terasa kenyang sedangkan saat mengalami craving, biasanya hanya makanan atau minuman tertentu yang sangat diinginkan.  Meskipun sudah merasa kenyang seseorang bisa saja mengalami craving.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di ScienceDirect menyebutkan bahwa ada 100% perempuan dewasa muda dan 70% laki-laki muda mengalami craving setidaknya satu kali dalam setahun terakhir.

Jenis-Jenis Craving yang Sering Terjadi

Terdapat beberapa jenis makanan yang sering menjadi craving banyak orang, yang paling sering adalah keinginan untuk makan makanan manis seperti coklat, kue, es krim. atau makanan manis.

Lalu, banyak orang juga craving pada makanan asin dan makanan dengan rasa gurih seperti keripik, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya. Selain itu, banyak orang yang ingin makan makanan dengan kandungan lemak yang tinggi, seperti gorengan, pizza, burger, atau makanan fast food lainnya.

Kemudian, craving terbanyak yaitu pada makanan rasa pedas contohnyaa sambal, makanan berbumbu pedas, atau makanan dengan cabai. Terakhir yaitu craving pada jenis makanan tertentu, jenis ini lebih spesifik karena seseorang hanya ingin makanan tertentu, bukan sekadar kategori rasa. Misalnya, seseorang sangat ingin makan coklat merek tertentu atau makanan favorit yang biasa dikonsumsi.

Penyebab Seseorang Alami Craving

Ternyata craving tidak terjadi begitu saja lho! Terdapat beberapa alasan atau penyebab mengapa akhirnya seseorang mengalami craving. Berikut beberapa penyebabnya:

  1. Faktor psikis

Stress, lelah, sedih, dan cemas dapat memicu keinginan terhadap makanan tertentu, terutama makanan yang dianggap dapat memberikan rasa nyaman (comfort food), seperti makanan-makanan yang manis seperti coklat atau kue dan makanan-makanan yang pedas.

Comfort food dapat memicu tubuh menghasilkan hormon dopamin yang bisa memberikan rasa tenang dan nyaman. Oleh sebab itu banyak orang yang kondisi hatinya sedang tidak baik sering kali ingin mengonsumsi makanan-makanan tertentu.

  1. Kurang tidur

Seseorang yang kurang tidur berpotensi lebih sering alami craving dan mudah lapar. Hal ini karena kurang tidur bisa meningkatkan hormon ghrelin yaitu hormon lapar dan menurunkan hormon leptin yaitu hormon kenyang.

  1. Makanan tinggi karbohidrat 

Mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat tanpa dilengkapi dengan serat yang cukup menyebabkan gula darah naik dengan drastis. Hal ini nantinya bisa menyebabkan gula darah turun secara drastis pula dan akhirnya tubuh akan membutuhkan makanan manis atau asin untuk menaikkan energi, sehingga muncul craving.

  1. Kebiasaan makan

Craving dapat terbentuk dari kebiasaan makan. Misalnya, jika seseorang terbiasa makan makanan manis setelah makan maka tubuh dan otak akan selalu “meminta” makanan manis setelah kamu makan. Ada beberapa kebiasaan yang akhirnya memicu craving, seperti ngemil atau minum manis setelah makan.

  1. Pengaruh hormon pada wanita

Pada wanita, hormon dapat sangat mempengaruhi keinginan pada konsumsi makanan atau minuman tertentu. Perubahan hormon estrogen dan progesteron ketika menstruasi bisa membuat wanita ingin mengkonsumsi makanan yang manis, asin, dan pedas.

  1. Adanya dorongan dari lingkungan sekitar

Melihat foto dan video makanan di media sosial atau melihat makanan dan mencium aromanya secara langsung dapat memicu craving meskipun sebenarnya sedang tidak sedang lapar.

Apakah Craving Berbahaya?

Pada dasarnya, craving tidaklah berbahaya dan merupakan hal yang normal. Keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu sesekali dapat dialami oleh siapa saja.

Namun, perlu dicatat bahwa craving juga bisa menjadi masalah apabila keinginannya muncul terlalu sering, sulit dikendalikan, dan membuat seseorang mengonsumsi makanan secara berlebihan.

Misalnya, terlalu sering mengalami craving terhadap makanan tinggi gula, garam, atau lemak dapat membuat gula darah melonjak dengan tinggi dan bisa meningkatkan tekanan darah. Jika berlangsung dalam jangka waktu panjang dan terjadi terus menerus tentunya bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti diabet dan hipertensi.

Cara Mengatasi Craving

Hal yang pertama yang bisa dilakukan yaitu, memastikan tubuh mendapatkan asupan makanan yang cukup dan bergizi seimbang. Hindari terlalu sering melewatkan waktu makan karena umumnya rasa lapar yang berlebihan dapat membuat craving semakin sulit dikendalikan.

Selain itu, minum air putih yang cukup.Terkadang rasa haus dapat terasa mirip dengan rasa lapar atau keinginan untuk makan. Minum air dapat membantu memastikan apakah tubuh memang membutuhkan makanan atau hanya sekedar haus.

Lalu ketika craving muncul, cobalah mengalihkan perhatian dengan melakukan aktivitas lain, seperti membaca, menonton atau melakukan kegiatan yang disukai. Nah, untuk mengatasi craving kamu juga bisa berjalan kaki lho!. Kamu bisa menggunakan Treadmill Bodimax di rumah atau di kantor jika ingin mengalihkan perhatian dari craving yang muncul tiba-tiba.

Cara lain untuk mengatasi craving yaitu dengan tidur yang cukup, karena kurang tidur dapat memengaruhi nafsu makan dan meningkatkan keinginan kamu untuk mengonsumsi makanan tertentu.

Jika craving tetap muncul, kamu tidak perlu selalu menghindarinya.Kamu bisa konsumsi dalam porsi yang wajar dan memperhatikan keseimbangan pola makan. Semoga informasi ini membantu ya!