Steroid Adalah: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya

steroid adalah

Steroid adalah istilah yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu, terutama saat membahas olahraga, pembentukan otot, atau kesehatan. Penggunaan steroid sendiri cukup sering menjadi pembahasan karena ada yang menggunakannya untuk tujuan tertentu, tetapi ada juga risiko yang perlu diperhatikan.

Buat kamu yang masih penasaran tentang steroid dan ingin tahu lebih jauh mengenai penggunaannya, pembahasan ini bisa membantu memberikan gambaran yang lebih jelas. Jadi, yuk kenali lebih jauh tentang steroid dan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaannya.

Apa Itu Steroid? 

Steroid itu sebenarnya adalah kelompok senyawa kimia yang bentuknya kurang lebih mirip. Steroid bisa ditemukan secara alami di dalam tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan. Selain itu, steroid juga bisa dibuat di laboratorium dalam bentuk obat. 

Salah satu jenis steroid yang cukup dikenal adalah hormon steroid. Hormon ini punya peran penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh. Selain hormon steroid, ada juga kortikosteroid yang biasanya digunakan sebagai obat untuk mengurangi peradangan. 

Jadi, secara sederhana, steroid sebenarnya adalah senyawa yang sudah ada secara alami di dalam tubuh dan punya berbagai fungsi penting. Beberapa jenis steroid juga digunakan dalam dunia medis, karena berbentuk obat, untuk membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Jenis-Jenis Steroid

Dalam dunia medis, steroid yang digunakan sebagai obat itu ada dua jenis, yaitu kortikosteroid dan steroid anabolik. Keduanya punya fungsi yang berbeda dan digunakan untuk tujuan yang berbeda juga. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis steroid:

  • Kortikosteroid: Digunakan untuk mengendalikan peradangan dan membantu mengatasi beberapa penyakit, seperti asma, rheumatoid arthritis, penyakit radang usus, dan lupus.
  • Steroid anabolik: Jenis steroid yang mirip dengan hormon testosteron. Steroid ini bisa membantu menambah massa otot dan kekuatan, sehingga performa atletik juga bisa meningkat. Namun, penggunaannya cukup kontroversial dan sering kali dilarang dalam olahraga. Selain itu, risikonya juga cukup tinggi, jadi penggunaan steroid anabolik untuk tujuan tersebut sangat tidak disarankan.

Cara Kerja Steroid dalam Tubuh

Saat dikonsumsi, steroid bekerja dengan meniru hormon testosteron yang secara alami ada di dalam tubuh. Steroid punya kemiripan dengan testosteron, sehingga otot bisa tetap tumbuh meskipun hormon testosteron alami dalam tubuh tidak menghendaki pertumbuhan tersebut.

Steroid juga bisa merangsang reseptor pertumbuhan di dalam otot. Dari situ, tubuh akan merespons dengan meningkatkan produksi jaringan otot.

Cara kerja tersebut membuat steroid banyak digunakan oleh atlet untuk meningkatkan kinerja dan memperpanjang daya tahan tubuh. Selain itu, steroid juga digunakan untuk menambah berat badan dan massa otot tanpa meningkatkan massa lemak dalam tubuh.

Namun, steroid tidak bisa digunakan sembarangan. Jika digunakan tanpa pengawasan medis, steroid bisa menimbulkan masalah, salah satunya gangguan pertumbuhan pada anak-anak dan remaja. Penggunaan steroid juga termasuk tindakan yang melanggar hukum dalam olahraga profesional. 

Meskipun dilarang untuk atlet, steroid masih sering digunakan oleh sebagian orang agar lebih percaya diri, terutama mereka yang ingin mendapatkan tubuh berotot secara instan.

Efek Samping Steroid Jika Disalahgunakan

Steroid yang digunakan tanpa anjuran dokter, apalagi dalam jangka panjang dan dosis besar, bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Pada pria, penyalahgunaan steroid bisa menyebabkan ukuran testis menyusut, jumlah sperma menurun, disfungsi ereksi, hingga kemandulan. Sementara pada wanita, steroid bisa menyebabkan tumbuhnya bulu berlebihan, suara menjadi lebih berat, dan menstruasi tidak teratur.

Selain itu, steroid juga bisa menyebabkan gangguan fungsi hati dan ginjal, masalah kulit seperti jerawat dan stretch mark, serta perubahan mood, depresi, rasa cemas, dan perilaku agresif. Pada remaja, penggunaan steroid juga bisa menghambat pertumbuhan tulang.

Alternatif Aman untuk Meningkatkan Massa Otot

Daripada memakai steroid untuk mempercepat pembentukan otot, ada beberapa cara yang lebih aman untuk membantu meningkatkan massa otot. Caranya bisa dengan rutin latihan, mengatur pola makan, dan menggunakan suplemen olahraga yang aman. Berikut pembahasan selengkapnya:

1. Latihan Kekuatan

Latihan kekuatan bisa membantu meningkatkan massa otot kalau dilakukan secara rutin dan konsisten. Beberapa latihan yang bisa dilakukan yaitu squat, angkat beban, deadlift, bench press, dan pull up. Selain latihan, otot juga perlu diberi waktu untuk istirahat agar bisa pulih.

2. Mengatur Pola Makan

Pola makan juga penting untuk membantu pertumbuhan otot. Makanan yang mengandung protein bisa diperbanyak, seperti telur, daging ayam tanpa kulit, daging sapi rendah lemak, ikan, tempe, dan tahu.

Selain protein, kebutuhan karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral juga perlu dipenuhi. Beberapa sumbernya bisa didapat dari sayuran, buah-buahan, gandum utuh, dan kacang-kacangan.

3. Suplemen Olahraga

Suplemen olahraga juga bisa digunakan untuk membantu pembentukan otot. Beberapa jenis suplemen yang disebutkan dalam sumber yaitu BCAA, kreatin, dan whey protein.

Sebelum mengonsumsi suplemen, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui efek samping dan dosis yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Sudah Tahu Apa Itu Steroid?

Steroid adalah obat yang tidak bisa digunakan sembarangan, apalagi tanpa anjuran dokter. Meskipun bisa digunakan untuk tujuan tertentu, penggunaan yang tidak tepat tetap bisa menimbulkan berbagai efek samping dan masalah kesehatan.

Jadi, kalau kamu ingin punya otot yang lebih terbentuk, tidak perlu mengambil jalan pintas dengan steroid. Lebih baik fokus pada latihan yang rutin, pola makan yang baik, dan istirahat yang cukup supaya otot terbentuk dengan cara yang benar dan tetap aman. Yuk, mulai latihan dengan sehat dari sekarang!