Mengenal Apa itu Physical Fitness dan Cara Melatihnya

Seseorang dengan physical fitness yang baik akan bisa melakukan berbagai aktivitas tanpa cepat mengalami kelelahan yang berlebihan. Sementara itu, seseorang yang physical fitness-nya lemah akan cepat mengalami kelelahan ketika beraktivitas.
Sebetulnya apa sih itu physical fitness? Lalu bagaimana cara mengetahui apakah kita memiliki physical fitness yang baik atau tidak? Yuk, simak artikel berikut!
Apa itu Physical Fitness?
Physical fitness atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah kebugaran jasmani merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas fisik secara efektif tanpa mudah mengalami kelelahan yang berlebihan.
Jangan keliru, physical fitness ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan tubuh untuk berolahraga saja, tetapi juga mencakup kemampuan tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari dengan baik seperti mengangkat barang, naik dan turun tangga, serta jalan kaki.
Seseorang yang sehat belum tentu memiliki physical fitness yang baik. Misalnya, seseorang dalam keadaan sehat tetapi mudah lelah atau tidak kuat melakukan aktivitas fisik tertentu seperti mengangkat benda yang berat.
Komponen atau Unsur Physical Fitness
Secara umum terdapat dua unsur physical fitness, yaitu health-related fitness dan skill-related fitness. Berikut penjelasannya:
1. Health-related fitness
Health-related fitness adalah komponen physical fitness yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kemampuan tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Dalam konsep physical fitness, health-related fitness umumnya mencakup 5 komponen, yaitu:
Cardiorespiratory endurance (daya tahan kardiorespirasi)
Daya tahan kardiorespirasi merupakan kemampuan jantung dan paru-paru memasok oksigen selama aktivitas fisik dalam waktu tertentu.
- Muscular strength (kekuatan otot)
Muscular strength yaitu kemampuan otot menghasilkan tenaga saat melakukan suatu gerakan. Contohnya yaitu mengangkat, menarik, atau mendorong beban.
- Muscular endurance (daya tahan otot)
Kemampuan otot melakukan kontraksi berulang atau mempertahankan kerja dalam waktu tertentu tanpa cepat kelelahan. Contohnya adalah latihan lompat tali atau squat.
- Flexibility (kelentukan)
Kelentukan yaitu kemampuan tubuh atau persendian bergerak dalam rentang gerak tertentu. Contohnya bisa melakukan berbagai gerakan peregangan atau stretching tanpa kesulitan.
- Body composition (komposisi tubuh)
Komposisi tubuh merupakan perbandingan antara lemak tubuh dan massa bebas lemak, seperti otot, tulang, dan jaringan lainnya.
2. Skill-Related Fitness
Skill-related fitness adalah komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kemampuan fisik untuk melakukan gerakan atau keterampilan olahraga secara efektif, cepat, dan terkoordinasi. Terdapat 6 unsur dalam skill-related fitness, yaitu:
- Speed (kecepatan)
Kecepatan merupakan kemampuan melakukan gerakan dalam waktu singkat. Contohnya kecepatan dalam physical fitness adalah sprint.
- Agility (kelincahan)
Kelincahan merupakan kemampuan mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat serta terkontrol. Contohnya adalah mampu lari zig-zag dengan baik.
- Balance (keseimbangan)
Balance atau keseimbangan merupakan kemampuan mempertahankan posisi tubuh baik saat diam maupun bergerak.
- Coordination (koordinasi)
Koordinasi adalah kemampuan mengkoordinasikan beberapa bagian tubuh agar dapat melakukan gerakan dengan baik. Contohnya yaitu koordinasi antara tangan dan mata saat menangkap bola
- Power (daya ledak)
Daya ledak yaitu kemampuan tubuh menghasilkan tenaga dengan cepat, misalnya saat melompat.
- Reaction time (waktu reaksi)
Ini adalah kemampuan merespons suatu rangsangan atau kejadian dengan cepat. Misalnya ketika menangkap bola atau merespons gerakan lawan.
Bagaimana Cara Tahu Physical Fitness Diri Baik atau Tidak?
Physical fitness seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, genetik, aktivitas fisik, pola makan, istirahat, gaya hidup, dan kondisi kesehatan.
Kalau kamu ingin mengetahui physical fitness kamu secara lebih objektif dan lengkap, biasanya dilakukan melalui fitness assessment atau serangkaian tes kebugaran. Namun jika ingin mengetahuinya secara dasar, kamu bisa coba melihat atau mengamati bagaimana tubuh saat beraktivitas.
Misalnya, pada daya tahan kardiorespirasi, perhatikan bagaimana tubuh merespons aktivitas seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau naik tangga. Jika dapat melakukan aktivitas tersebut tanpa cepat kehabisan nafas atau merasa sangat lelah, daya tahan kardiorespirasi bisa dikatakan cukup baik.
Lalu untuk mengetahui kekuatan dan daya tahan otot juga dapat dilihat dari kemampuan melakukan latihan seperti squat, push-up, plank, atau latihan beban dengan teknik yang baik tanpa cepat kelelahan.
Selain itu, untuk mengetahui kemampuan kecepatan, kamu bisa berlari 100 meter menggunakan timer. Rata-rata waktu untuk berlari 100 meter adalah 13 sampai 17 detik.
Sebenarnya kamu tidak harus memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam setiap komponen. Hal yang lebih penting adalah menjaga kebugaran tubuh secara seimbang melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin.
Cara Melatih Physical Fitness
Jika kamu ingin melatih atau meningkatkan physical fitness, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Rutin melakukan latihan kardio
Lakukan aktivitas seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau berenang untuk membantu meningkatkan daya tahan kardiorespirasi.
- Melakukan latihan kekuatan
Untuk dapat membantu meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, kamu bisa latihan seperti squat, push-up, plank, dan latihan beban lainnya.
- Melatih kelentukan tubuh
Cobalah untuk stretching secara rutin untuk membantu menjaga rentang gerak dan mengurangi rasa kaku pada tubuh.
- Meningkatkan kecepatan
Kecepatan dapat dilatih melalui aktivitas yang melibatkan gerakan cepat dan dilakukan secara terkontrol. Contohnya seperti sprint atau shuttle run.
- Menjaga pola makan
Selain olahraga rutin, penting juga bagi kamu untuk konsumsi makanan yang beragam dan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh.
- Istirahat yang cukup
Tubuh akan kelelahan jika kamu terus menerus melakukan aktivitas fisik. Istirahat yang cukup membantu tubuh melakukan pemulihan setelah beraktivitas atau berolahraga.
- Menjalani gaya hidup aktif
Selain berolahraga, biasakan lebih banyak bergerak dalam aktivitas sehari-hari dan hindari terlalu lama duduk atau tidak aktif.
Nah jadi kesimpulannya, physical fitness merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas fisik secara efektif tanpa mudah mengalami kelelahan yang berlebihan. Kemampuan ini tidak hanya berkaitan dengan olahraga tapi juga dengan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.








